“Singapupa keras undang-undangnya, Filipina keras. Di Filipina tindakan keras yang akhirnya dianggap mungkin menganggap Indonesia potensial market. Kita dianggap lemah, hukum di kita lemah, sehingga mereka merajalela di Indonesia,” jelas Tito.
Polri berkomitmen dalam memberantas narkotika. Dia bahkan memerintahkan jajarannya untuk menembak mati jaringan narkotika sindikat Warga Negara Asing (WNA) yang bermain di Indonesia.
“Saya menekankan, Polri dan jajaran akan menindak tegas dan keras terutama pelaku asing. Bahkan sudah saya sampaikan, selesaikan secara adat. Artinya, tembak,” papar Tito.
Dia menyampaikan, sindikat narkoba jaringan internasional menjadikan Indonesia sebagai pasarnya. Untuk itu, pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi sindikat narkoba jaringan internasional.
“Bertekad untuk berantas narkoba dan akan mengambil tindakan tegas ke pelaku, terutama bandar utama. Kita juga lebih spesifik lagi, warning kita ke pelaku asing, karena ini jelas pelakunya banyak Warga Negara Asing yang menganggap bahwa Indonesia adalah salah satu tujuan utama,” tegasnya. (jns/dr).















