Di lokasi proyek, Amir selaku Pengawas Safety mengatakan bahwa pimpinan perusahaan saat ini sulit untuk ditemui.
“Silahkan bapak- bapak kalau mau ketemu dengan pimpinan bawa surat tugas dari Dirut PD. Pasar, baru nanti bisa ketemu pimpinan,” kata Amir kepada awak media di lokasi proyek, Senin (24/6/2024).
“Di sini dilarang siapapun untuk memasuki lokasi proyek pembangunan pasar. Nanti yang kena teguran dan salahnya kami yang membiarkan orang masuk ke lokasi,” ucapnya.
Saat di konfiemasi Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Tangerang, Titien Mulyati belum bisa ditemui mengingat dirinya sedang berada di Bulog Kota
Tangerang.
“Silahkan temui Wawan orang PD. Pasar,” ujar Titien saat dihubungi via WhatsApp.
Sementara Wawan menjelaskan, hasil ini kita pakai konsultan perencanaan dari PD Pasar, rancangan itu dari waktu Covid 19 dulu ada perubahan. Contohnya dari blok dulu 24 ribu meter, sekarang perblok nya ada 5000 meter. Terkait dipakainya besi lama itu secara konstruksi dicek dulu oleh konsultan, itu berdasarkan teslabnya. Dan besi tidak harus semua pakai besi baru,” jelas Wawan polos.
Ironinya, kenapa Pemerintah untuk membangun dengan anggaran fantastis lebih dari Rp123 milyar, dengan perencanaan yang mumpuni harus menggunakan besi bekas dengan usia puluhan tahun yang lalu masih dipergunakan kembali.
Sekedar informasi, bahwa gedung pasar anyar nantinya ada 3 lantai. Untuk lantai 2 akan dipergunakan untuk kios dan los kering. seperti aksesoris, pakaian, toko emas dan lain- lainya. Untuk lantai 3 nya akan dipergunakan untuk sarana olah raga, lapangan bulutangkis, taman, masjid serta kantin.(Red/Dedy)













