Kemajuan dalam bidang pelayanan dan fasilias haji ini, kata Kang Ace, diantaranya karena kebijakan politik.
“Kami di Komisi VIII DPR RI terus mendorong agar pelayanan dan fasilitas yang diberikan kepada para jamaah bisa terus semakin baik,” ungkapnya.
Ia menggambarkan, dulu pada tahun 1995, jamaah haji harus membawa kompor, beras, bumbu masak dan lain-lain ketika berangkat haji. Karena saat itu pemerintah belum bisa menyiapkan makanan untuk jamaah.
“Kini itu tak perlu lagi karena para jamaah sudah mendapatkan jaminan pelayanan makanan yang bagus dengan citra makanan nusantara dengan standar gizi yang baik dan berkualitas,” sebut Kang Ace.
“Dulu jamaah ‘ngelek’ (menenteng) koper setiap bepergian. Sekarang tidak lagi. Kualitas pemondokan juga sudah jauh lebih baik,” tambahnya.
Namun begitu pihaknya akan terus memantau agar para jamaah makin nyaman beribadah. Sehingga bila masih dijumpai adanya kekurangan di lapangan Kang Ace meminta para jamaah bisa melaporkannya.
“Pelayanan harus terus diperbaiki, bila ada yang tidak sesuai jangan segan laporkan untuk dilakukan perbaikan,” kata Kang Ace disambut tepuk gemuruh para jamaah.
Kang Ace juga menyinggung soal transfortasi para jamaah haji yang sudah semakin tertata dengan baik, karena itu ia meminta para jamaah untuk tidak hawatir dengan angkutan di lapangan. Angkutan bagi para jamaah kata dia kini sudah disiapkan dengan baik. Terutama bagi para jamaah yang pemondokannya berada di radius yang agak jauh dari lokasi ibadah haji.
“Semua akan dilayani dengan profesional, baik itu jamaah haji khusus maupun reguler. Sebagai catatan, haji khusus itu hanya lebih dekat dengan Masjidil Haram dan biaya mereka mencapai lebih dari 250 juta perjamaah. Namun untuk pelayanan lainnya kepada seluruh jamaah sama tidak ada yang dibeda-bedakan,” papar Kang Ace yang dikenal sebagai politisi santri ini.















