PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
HOME

Pembangunan Jembatan Karawang – Bekasi Diduga Bermasalah

484
×

Pembangunan Jembatan Karawang – Bekasi Diduga Bermasalah

Sebarkan artikel ini
Pembangunan Jembatan
Pembangunan Jembatan

MetroMediaNews.co – Pelaksanaan pembangunan Jembatan Rengasdengklok Pebayuran atau Batas Karawang Bekasi tahap 1 oleh PT Tri Manunggal Karya, yang dimulai sejak 11 September 2017 silam dan berakhir pada tanggal 29 Desember 2017 diduga nyaris mangkrak.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Dengan perbandingan kondisi pekerjaan jembatan sisi Kabupaten Bekasi yang hampir bersamaan waktu pengerjaannya dan kondisi alam atau tanah yang dipastikan sama. Jelas progres sisi Kabupaten Karawang tertinggal jauh.

Pelaksana pekerjaan dilapangan, yang akrab disapa Ian menjelaskan kepada tentang progres pekerjaan sampai dengan saat ini hanya baru 60 persen dilaksanakan. Dirinya beralasan dikarenakan suatu kondisi dilapangan yang tak bisa dihindari sehingga tidak berjalan dengan semestinya.

“Karena suatu kondisi, istilahnya force major, seperti minggu lalu ada banjir sehingga kita mendapat kesulitan dilapangan, belum lagi kondisi tanah yang labil, jadi progres pekerjaan baru 60 persen,” katanya.

Masih menurut Ian, memang batas akhir pekerjaan tersebut tanggal 29 Desember 2019, sebagai seorang pekerja ia hanya bisa menanti perintah dari atasannya.

“Kalau diperintahkan terus ya kita akan terus dan kalau diperintah berhenti ya kita berhenti bekerja, kita cuma pekerja gimana atasan,” pungkasnya.

Sampai dengan berita diturunkan Dinas terkait PUPR Kabupaten Karawang belum bisa dimintai keterangan, dan sebelumnya sudah di lansir oleh berbagai media lokal tentang lahan penduduk yang terdampak pembangunan jembatan tersebut yang belum mendapatkan penggantian saat pelaksanaan pekerjaan dimulai beberapa waktu silam.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *