MMN, TANGSEL – Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, S.E., M.Si menyampaikan, bahwa kesiapan energi di Kalimantan Tengah sudah sangat siap dan melimpah, namun yang terpenting adalah keseriusan pemerintah pusat khususnya BPH Migas dengan pelaku usaha untuk membangun infrasrukturnya.
“Itu semua untuk mendukung dalam pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Tengah tentunya,” terang Bupati Gunung Mas, Jaya S monong, usai mengikuti acara Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan BPH Migas di Hotel Grand Zuri BSD, Tangerang Selatan, Kamis (4/7/2019).

Bupati menjelaskan, dalam hal pemindahan Ibu Kota ini tentunya kami tidak berpendapat sendiri namun dengan cara berdiskusi.
“Ya, kami yakin apa yang telah direncanakan oleh Presiden dengan pemindahan Ibu Kota ini bisa lebih baik bagi seluruh warga Indonesia nantinya, khususnya masyarakat Kalimantan,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menambahkan, banyak hal yang menjadi alasan dipilihnya Kalimantan Tengah menjadi Ibu Kota. Salah satunya adalah kita bisa lihat sejarah Bung Karno saat meletakkan tugu pada tahun 1957, saat itu beliau mengiginkan Ibu Kota Indonesia di masa depan ada di kalimantan Tengah dan sekarang sudah dibicarakan lagi.
“Di KalTeng banyak lahan kosong jadi lebih mudah untuk menata Ibu Kota yang baru dan bisa berstraraf Internasional,” katanya.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, untuk saat ini bandara yang sudah siap ada di Palangkaraya dan untuk infrastruktur listrik sudah dibangun di Gunung Mas juga dengan berkapasitas 100 kali 2 dan rencananya akan beroperasional akhir tahun ini.
“Kami berharap tentunya dengan berpindahnya Ibu Kota negara ini ke Kalimantan Tengah akan adanya pemerataan pembangunan di Indonesia, sehingga kemajuan ekonomi bisa dirasakan semua tidak tertumpuk di satu tempat,” tandasnya.(Iin)















