HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
Kota KupangKupangMadrasahNusa Tenggara TimurPendidikanSekolah

Pemprov NTT Luncurkan Pergub Jam Belajar Masyarakat, Perkuat Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak

382
×

Pemprov NTT Luncurkan Pergub Jam Belajar Masyarakat, Perkuat Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak

Sebarkan artikel ini
Jumpa Pers. Pemprov NTT luncurkan Pergub jam belajar masyarakat, perkuat peran orangtua dalam pendidikan anak

KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi meluncurkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam pendidikan anak sekaligus membangun budaya belajar di lingkungan masyarakat.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Peluncuran pergub tersebut disampaikan dalam jumpa pers yang turut dihadiri Kepala Biro Hukum Setda NTT Oder Max Sombu dan Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT Yusuf Leri Rupidara, Jumat (29/5/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan gerakan tersebut bertujuan meningkatkan mutu belajar anak serta menciptakan suasana belajar yang kondusif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Gerakan jam belajar ini bertujuan meningkatkan mutu belajar dan menciptakan suasana belajar yang kondusif di lingkungan masyarakat,” ujar Ambrosius.

Menurutnya, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pendidikan anak karena sebagian besar waktu anak dihabiskan di luar sekolah.

Ia menilai keterlibatan orangtua menjadi faktor utama dalam mendukung pendidikan sekaligus mencegah anak terjerumus dalam pergaulan negatif.

“Ketika anak mengalami kesulitan belajar, orangtua diharapkan hadir mendampingi. Kalau orangtua bekerja sebagai petani, itu juga bisa menjadi bagian dari pembelajaran muatan lokal,” jelasnya.

Pengawasan Libatkan Sekolah Hingga RT dan RW

Ambrosius menegaskan Gerakan Jam Belajar Masyarakat hanya dapat berjalan maksimal apabila mendapat dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, orangtua, masyarakat hingga media.

“Gerakan jam belajar bisa sukses kalau didukung pemerintah, sekolah, orangtua, masyarakat, dan media,” katanya.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *