Selain memperkuat pendidikan karakter, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik dan keterampilan kewirausahaan siswa di NTT.
Program tersebut telah mulai diterapkan pada jenjang SD dan SMP di wilayah NTT.
“Untuk jenjang SD dan SMP, program ini sudah mulai kita laksanakan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pengawasan dilakukan melalui sekolah dengan melibatkan orangtua siswa. Sekolah nantinya menyiapkan jurnal kegiatan yang diisi siswa dan diketahui orangtua.
“Dalam jurnal itu dicatat aktivitas anak setiap malam, termasuk apa saja yang dipelajari,” katanya.
Selain sekolah, pengawasan juga melibatkan pemerintah kabupaten/kota hingga tingkat RT dan RW untuk memastikan pelaksanaan jam belajar berlangsung setiap hari pukul 18.00 hingga 19.30 Wita.
“Peran RT dan RW menjadi penting. Mereka juga diharapkan memantau suasana lingkungan agar tetap kondusif sehingga anak-anak bisa belajar dengan baik,” ujarnya.
Menurut Ambrosius, keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan orangtua dan lingkungan sekitar dalam mendukung pendidikan anak sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas.
“Yang paling penting adalah keterlibatan orangtua dan lingkungan untuk mendorong anak belajar dan berlatih,” katanya.
Ia juga memastikan pengaturan akan disesuaikan bagi anak-anak yang memiliki aktivitas di luar rumah seperti latihan olahraga maupun kegiatan lainnya.
“Terkait anak-anak yang memiliki kegiatan seperti bermain voli atau aktivitas latihan lainnya, tentu akan disesuaikan,” jelasnya.
Pengawasan program tersebut juga akan melibatkan Satpol PP bersama pemerintah kabupaten/kota melalui aturan lanjutan yang mendukung penerapan pergub.














