Berdasarkan pengalaman melaksanakan sertifikasi yang pertama itu, PPWI bertekad untuk meneruskan program ini dan berupaya agar bisa membantu para anggotanya memiliki sertifikat sesuai tingkat kompetensi yang sudah dikuasai masing-masing.
“Kita akan teruskan program ini dan kita dorong agar setiap anggota PPWI dapat mengikuti kegiatan sertifikasi yang diadakan PPWI bersama LSP Pers Indonesia. Ini penting sebagai alat evaluasi diri sendiri bagi setiap wartawan dan pewarta warga dalam berkarya di bidang jurnalistik,” jelas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.
Pendaftaran SKW, tambah Wilson Lalengke, dibuka setiap saat sepanjang hari. Menurutnya, PPWI menjadwalkan untuk melaksanakan sertifikasi setiap bulan, yakni di minggu ke-3 atau ke-4 setiap bulannya.
“Tergantung peserta yang mendaftar, jika sudah cukup, minimal 10 orang, kita langsung undang para asesor dari LSP Pers Indonesia untuk melaksanakan asesmen dan penilaian kemampuan atau kompetensi dari para peserta sertifikasi,” imbuhnya sambil menambahkan bahwa peminat sertifikasi dapat menghubungi Team Pelaksana SKW PPWI setiap saat.
Sementara itu, Koordinator Team SKW PPWI, Mung Pujanarko, S.Sos, M.I.Kom, menyampaikan bahwa pihaknya siap melaksanakan program sertifikasi yang telah dicanangkan oleh Dewan Pengurus Nasional PPWI.
“Kita senantiasa siap mendukung dan melaksanakan program kerja organisasi, khususnya dalam hal pelaksanaan sertifikasi kompetensi wartawan. Bukan hanya tingkat nasional, kita juga sudah siapkan program International Journalist Certification bekerjasama dengan organisasi-organisasi jurnalis negara sahabat PPWI, antara lain Jepang, Oman, dan Lebanon,” ujar Wakil Ketua Umum PPWI itu.













