
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan meninjau secara langsung proses produksi yang dijalankan Warga Binaan, mulai dari tahapan pencetakan, pengeringan, hingga produk akhir. Menteri juga melakukan evaluasi satu tahun pengembangan unit Jawara Beton dengan melihat berbagai inovasi, termasuk pengembangan RISHAM (Rumah Instan Sehat Aman dan Murah) berupa panel beton rumah tahan gempa. Sejumlah produk unggulan seperti paving block, roster, serta beragam produk turunan beton lainnya turut dipamerkan sebagai bukti peningkatan kualitas, kapasitas produksi, dan inovasi berkelanjutan.
Selain meninjau Jawara Beton, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk melihat secara langsung kesiapan Lapas Kelas I Tangerang dalam rencana pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pengembangan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program nasional pemerintah bagi anak-anak sekolah. Melalui SPPG, Lapas Kelas I Tangerang berperan sebagai sarana pendukung penyaluran makanan bergizi dengan melibatkan Warga Binaan dalam proses layanan tersebut.
Inovasi dan capaian tersebut memperoleh apresiasi langsung dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Ia menilai unit Jawara Beton sebagai contoh konkret keberhasilan pembinaan berbasis industri yang mampu berkontribusi pada program strategis nasional, khususnya dalam mendukung pembangunan sarana Program Makan Bergizi Gratis melalui penyediaan kebutuhan konstruksi SPPG.
“Kami berterima kasih kepada Kepala Badan Gizi Nasional yang telah memberikan kesempatan kepada jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, untuk terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis`. Pada tahap pertama terdapat delapan titik, satu telah berjalan di Sukamiskin sehingga total menjadi sembilan, dan pada tahap berikutnya direncanakan pembangunan sekitar 200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang juga akan melibatkan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” ungkap Agus Andrianto.















