Apresiasi serupa turut disampaikan oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Laksamana TNI (Purn.) Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A.,, yang menilai program tersebut sebagai wujud nyata sinergi antara pembinaan dan kebutuhan pembangunan nasional.
“Inisiatif ini menunjukkan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat menjadi sarana pemberdayaan yang efektif. Dengan kolaborasi lintas sektor, hasil pembinaan tidak hanya berhenti di dalam Lapas, tetapi dapat langsung menjawab kebutuhan industri dan pembangunan nasional. Optimalisasi produksi ini juga bukan semata untuk menekan biaya, melainkan sebagai langkah konkret dalam memenuhi kebutuhan material pembangunan—mulai dari hunian hingga infrastruktur jalan—guna mendukung produktivitas di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PLN UBP Lontar 3 Banten, Darmawan Prasodjo, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan unit Jawara Beton sebagai bagian dari kolaborasi BUMN dalam mendorong program pembinaan produktif. Ia menegaskan bahwa keterlibatan PLN tidak hanya sebatas dukungan infrastruktur, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memperkuat ekosistem pembinaan berbasis industri di lingkungan Pemasyarakatan.
“Kami melihat program ini memiliki potensi besar, tidak hanya dalam aspek produksi, tetapi juga dalam membangun kapasitas sumber daya manusia. FABA bukan sekadar limbah, melainkan solusi efisiensi yang dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan menjaga kualitas SDM, ketersediaan bahan baku, serta ketepatan waktu pengiriman, sinergi antara PLN dan Lapas Kelas I Tangerang diharapkan terus berkembang, sehingga mampu mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih terjangkau dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak nyata bagi Warga Binaan dan masyarakat,” ungkap Darmawan.















