“Saya mulai dari pertanyaan: siapa yang salah dalam masalah LGBT ini? Keluarga? Sekolah? Lingkungan?” kata Saiful.
Dia menekankan bahwa jika ingin menyelesaikan masalah LGBT ini, maka harus diawali dari pertanyaan mendasar seperti itu.
“Kita harus mencari akar permasalahan dari hal yang paling mendasar. Setelah ketemu akar masalahnya, baru kita cari solusinya,” tutur dia.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Sumitra, mengatakan bahwa faktor keluarga, sekolah, dan lingkungan memiliki peran penting dalam pertumbuhan LGBT di Cianjur ini.
“Harus ada peran aktif dari semua pihak untuk mencegah dan memberantas perilaku LGBT ini,” tandasnya.
Hal senada dikatakan Kapolres Cianjur, bahwa dengan adanya kegiatan tolk show LGBT sangat apresiasi sekali, bahkan disambut antusias sekali sama masyarakat dengan pertanyaan-pertanyaan kritis.
“Tapi untuk pencegahan LGBT tersebut tentunya bukan pihak kepolisian saja harus ada kerjasama dengan tokoh-tokoh elemen masyarakat, seperti dikegiatan-kegiatan sosial atau pendidikan, terlebih P2TP2A harus jemput bola untuk mengadakan sosialisasi pencegahan LGBT di Kabupaten Cinjur,” tandasnya.
(red)















