SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Kawasan Gunung Rasamala Cianjur Terbakar

324
×

Kawasan Gunung Rasamala Cianjur Terbakar

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Lagi-lagi terjadi kebakaran di wilayah Kecamatan Cugenang. Kali ini peristiwa tersebut terjadi di Gunung Rasamala, Kampung Pameungpeuk, Desa Cijedil, Cugenang, Cianjur, Senin (23/9).

Lokasi kebakaran yang merupakan rumpun bambu, sehingga mudah sekali terbakar dan sulit dipadamkan.

Melalui Paur Subbag Humas Polres Cianjur, IPDA Budi Setiayuda, Kapolsek Cugenang, Kompol Iwan Mustawan S.H, melaporkan, sumber api pertama kali diketahui oleh warga yang sedang mengambil bambu dikawasan tersebut.

“Terlihat api sudah membakar rumpun bambu, sehingga api dengan cepat merembet ke sebagian area yang lain. Upaya yang dilakukan pelapor, memberitahu Ketua RT setempat dan melaporkan kepada Babinkamtibmas Desa Cijedil,” katanya.

Lanjut Paur Humas Polres Cianjur, kebakaran rumpun bambu tersebut terdapat di beberapa titik. Dengan luas area yang terbakar, kurang lebih sekitar 5 hektar. Menurut informasi tanah tersebut milik Usman, Arah, Dayat, Eman, Holid, Jaenudin, Juli dan Ejen.

“Setelah menerima laporan, Kapolsek Cugenang beserta anggota, Camat Cugenang, Danramil beserta anggota, Kades Cijedil di bantu oleh warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Dan api yang ada dibeberapa titik, sudah berhasil di padamkan,” terangnya.

Dan terakhir, “Dugaan sementara, kemungkinan api menyala karena sudah beberapa bulan berlangsung musim kemarau, ditambah lagi angin yang kencang, sehingga api dengan mudah membesar,” pungkasnya.

Editor: Dedy Rahman
Reporter: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *