PEMALANG – Tradisi Sedekah Laut yang digelar masyarakat Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kembali berlangsung meriah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram atau yang dikenal dengan tradisi Suronan, Rabu (17/6/2026).
Ribuan warga dan wisatawan dari berbagai daerah memadati kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Asemdoyong sejak pagi hari untuk menyaksikan rangkaian prosesi budaya yang telah menjadi warisan turun-temurun masyarakat pesisir utara Pemalang.
Cuaca cerah dengan hamparan langit biru menjadi latar sempurna bagi ratusan kapal nelayan yang berjejer di perairan Asemdoyong. Kapal-kapal tersebut tampak semarak dihiasi aneka bendera warna-warni, menciptakan panorama khas pesta laut yang memukau perhatian pengunjung.
Tradisi Sedekah Laut merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil tangkapan ikan dan rezeki yang diperoleh selama setahun. Selain memiliki nilai budaya yang tinggi, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan ribuan pengunjung setiap tahunnya.
Prosesi diawali dengan kirab budaya yang menampilkan tumpeng raksasa, hasil bumi, serta sesaji berupa kepala kerbau yang diarak keliling kawasan pesisir. Iringan musik tradisional dan pertunjukan seni menambah semarak suasana serta memperkuat nuansa budaya yang kental dalam perayaan tersebut.
Setelah prosesi kirab selesai, seluruh sesaji dipindahkan ke replika perahu yang telah dihias dengan berbagai hasil bumi dan perlengkapan ritual. Selanjutnya, sesaji tersebut dibawa menuju tengah laut untuk dilarung sebagai simbol penghormatan kepada alam sekaligus ungkapan syukur masyarakat nelayan.















