MANDAILING NATAL – Budaya Marturi, salah satu tradisi bercerita masyarakat Mandailing yang mulai ditinggalkan, kembali diperkenalkan kepada generasi muda melalui perlombaan Semarak Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 tingkat Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kecamatan Siabu bekerja sama dengan Koordinator Wilayah (Korwil) IV Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal. Perlombaan Marturi diikuti para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan se-Kecamatan Siabu dan dilaksanakan di Balai Desa Kecamatan Siabu, Sabtu (8/8/2026).
Ketua Umum Panitia Semarak HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan Siabu, Muhammad Safei, S.Sos., mengatakan, dimasukkannya Marturi sebagai salah satu cabang perlombaan merupakan upaya untuk memperkenalkan kembali budaya daerah kepada para pelajar.

Menurut Safei, budaya Marturi belakangan ini mulai ditinggalkan seiring perubahan zaman dan semakin tingginya penggunaan gadget di kalangan anak-anak dan pelajar.
“Penting memperkenalkan budaya Madina kepada para pelajar. Sekarang anak-anak lebih cenderung asyik dengan permainan yang ada di gadget. Padahal, penggunaan gadget tanpa pendampingan dan pengawasan orang tua juga dapat menimbulkan berbagai dampak negatif,” ujar Safei yang juga menjabat sebagai Sekretaris Camat Siabu.
Ia menilai Marturi dapat menjadi salah satu kegiatan alternatif yang menghibur sekaligus memberikan nilai edukasi bagi anak-anak.
“Zaman dahulu, Marturi sering dilakukan para orang tua kepada anak-anak untuk mengisi waktu luang,” katanya.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











