SUMEDANG – Koalisi 99 Peduli Sumedang memilih membubarkan diri setelah Bupati Sumedang tidak dapat hadir secara langsung dalam audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang, Senin, 28 September 2026.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Audiensi berlangsung sejak pagi dan dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Sumedang. Rombongan Koalisi 99 sebelumnya diterima Asda Pemkesra Setda Sumedang Dian Sukmara, Asda Administrasi Umum Rohana, serta Kabag Tata Pemerintahan Ili.
Sekitar satu jam kemudian, Sekretaris Daerah Sumedang Tuti Ruswati hadir didampingi Plt. Kabag Prokopim Saepul Amin.
Pertemuan sempat dihentikan pada pukul 12.00 WIB untuk waktu istirahat, kemudian kembali dilanjutkan setelah pukul 13.00 WIB.
Asda Pemkesra Dian Sukmara mengatakan, Pemkab Sumedang menerima kedatangan Koalisi 99 untuk membahas sejumlah persoalan sekaligus memberikan klarifikasi.
Menurut Dian, meskipun dalam pertemuan tersebut belum seluruh persoalan menemukan titik temu, komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat tetap diperlukan untuk mencari jalan keluar.
Sementara itu, Pembina Koalisi 99 Peduli Sumedang, H. Ecek Karyana, mengaku kecewa karena Bupati dan Wakil Bupati tidak hadir secara langsung menemui massa.
Ecek mengatakan, pihaknya telah menunggu sejak sekitar pukul 09.00 WIB untuk bertemu dengan kepala daerah.
Ia juga mempertanyakan informasi mengenai agenda Bupati Sumedang pada hari tersebut. Menurut Ecek, pihaknya sempat mendapat informasi bahwa Bupati berada di Kecamatan Cibugel, namun informasi tersebut kemudian dibantah oleh Plt. Camat Cibugel melalui sambungan telepon.
Meski kecewa, Ecek menegaskan Koalisi 99 akan tetap mengawal persoalan yang mereka sampaikan. Ia juga menyatakan siap menghadiri pertemuan lanjutan apabila nantinya diundang oleh Bupati Sumedang melalui Sekretaris Daerah.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











