SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Nasional

Sambut Hari Kartini, SD Inpres Kamalputi Adakan Gerakan Membaca untuk Semua Warga Sekolah

82
×

Sambut Hari Kartini, SD Inpres Kamalputi Adakan Gerakan Membaca untuk Semua Warga Sekolah

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Ibu Dorkas Kondanamu, Kepala Sekolah SD Inpres Kamalaputi, membuat kegiatan yang kreatif untuk menyambut Hari Kartini tanggal 21 April ini. Dia membuat rangkaian program membaca untuk siswa dan gurunya yang berlangsung sampai usai pelajaran sekolah.

“Kegiatan membaca kali ini sangat istimewa, karena saya lakukan untuk memperingati hari Kartini, dan sekaligus menguatkan kembali program membaca yang sudah kami lakukan sebelumnya,” ujarnya di sela-sela kegiatan membaca tersebut di sekolahnya, Sabtu 21 April 2018.

Menurutnya, apa yang harus ditiru dari Kartini, selain keberanian melakukan gerakan emansipasi, adalah kebiasaannya untuk membaca dan menulis sampai dicetak jadi buku. “Kami terinspirasi Kartini, yang dengan tulisan-tulisannya, bisa meninggalkan legacy bagi sejarah tentang perjuangan seorang perempuan yang akhirnya menginspirasi kita semua. Ini membuktikan bahwa kegiatan literasi sangat penting,” katanya.

Para siswa SD dan gurunya selama satu jam diminta membaca buku. Setelah itu, bagi kelas tinggi diadakan berbagai kegiatan, seperti menulis cerita tentang hari itu, membaca puisi, menceritakan bacaan, dan menulis surat untuk para guru dan lomba cepat tepat.

Acara semakin meriah, karena semua guru dan siswa, untuk menyambut hari itu, memakai pakaian adat Sumba yang klasik dan eksotis.

“Menulis surat pada guru ini terinspirasi oleh kebiasaan Kartini menulis surat yang akhirnya jadi buku. Para siswa boleh menuangkan keluh kesahnya, kekesalannya, kritikannya pada guru lewat surat itu,” ungkapnya.

Menurutnya tulisan dari surat-surat siswa pada guru bisa menjadi feedback bagi model pembelajaran yang dilakukan guru dan berbagai kegiatan sekolah lainnya. “Menjadi alat refleksi kita bersama,” ucapnya lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *