“Capaian serapan gabah dan beras dapat tercapai secara maksimal berkat koordinasi, kolaborasi, komunikasi, serta kerja sama yang baik antar pemangku kepentingan,” katanya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Ia menambahkan, evaluasi rutin antara Bulog dan Kodim dilakukan untuk memantau perkembangan penyerapan sehingga target dapat tercapai secara maksimal.
“Ke depan capaian ini harus terus dipertahankan. Jika target meningkat, kami siap mendukung secara maksimal demi menyukseskan program pemerintah dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Kabupaten Tegal Jadi Penyumbang Terbesar
Dari total penyerapan sebesar 94.000 ton setara beras, Kabupaten Tegal menjadi kontributor terbesar dengan capaian sekitar 40.000 ton.
Bulog juga masih membuka peluang penyerapan hingga akhir tahun 2026. Potensi panen pada Agustus hingga September diperkirakan akan membuat realisasi penyerapan melampaui target yang telah ditetapkan.
Agung menambahkan, sirkulasi beras di gudang Bulog tetap berjalan seiring adanya penyaluran kepada masyarakat melalui program stabilisasi harga maupun bantuan pangan.
Bantuan Pangan Semester II Siap Disalurkan
Dengan stok Cadangan Beras Pemerintah yang mencukupi, Bulog memastikan kebutuhan beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun bantuan pangan tetap aman.
Saat ini Bulog tengah mempersiapkan penyaluran bantuan pangan Semester II untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 yang dijadwalkan mulai disalurkan pada Agustus mendatang.
“Dengan adanya penyaluran bantuan pangan tersebut, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan kelompok masyarakat rentan maupun kurang mampu tetap mendapatkan perlindungan pangan,” ujar Agung.
Persiapan dilakukan baik di tingkat pusat maupun daerah, meliputi kebijakan, penganggaran, kesiapan komoditas, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa agar proses distribusi berjalan tertib, tepat sasaran, dan lancar.
Bulog Cabang Tegal optimistis ketahanan pangan di wilayah eks Karesidenan Pekalongan akan tetap terjaga hingga musim panen tahun 2027 berkat penyerapan yang optimal dan distribusi beras yang berkelanjutan.
Penulis: Kuncoro Wijayanto
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











