SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Tim Sergap Mabes TNI AD dan Dandim 0608/Cianjur Tinjau Gudang Bulog Cianjur

120
×

Tim Sergap Mabes TNI AD dan Dandim 0608/Cianjur Tinjau Gudang Bulog Cianjur

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS, CIANJUR – Tim Sergap TNI AD melaksanakan tatap muka dengan kelompok petani di wilayah Kodim 0608/Cianjur Tahun 2019. Kegiatan bertempat di gudang Bulog Sub Divre Cianjur, di Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.

Pertemuan Tim Sergap TNI AD ini langsung dipimpin oleh Katim Sergap Mabes AD, Kolonel Inf Boni Christian Pardede, didampingi Kolonel Inf Kosasih, bersama Kolonel Inf Heldi Wira, dan Waka Bulog Sub Divre Cianjur Desi Asmati. Turut hadir Dandim 0608/Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, Pasi Ter Kodim 0608/Cianjur, Kapten Inf Ojang.

Katim Sergap TNI AD Kolonel Inf Boni Christian Pardede, mengatakan, Bulog merupakan lembaga yang mengawal pangan di indonesia.

“Hasil panen padi ini jangan ragu-ragu untuk dijual ke bulog, kita sampai saat ini hanya menerima beras dikarenakan kita tidak mempunyai pengilingan,” ujarnya.

Selain itu, Waka Bulog Sub Divre Cianjur mengungkapkan, pola pelayanan publik, seperti kadar air harus standar khusus 14 persen. Dan beras pecahnya 20 persen, serta menirnya 22 persen.

“Bulog mengambil beras medium dengan harga Rp8030 per kilogram, dan untuk premium seharga Rp9500 per kilogramnya. Mudah-mudahan panen dari para petani pada musim ini di Cianjur dapat dimasukan di bulog seperti yang kami harapkan,” jelasnya.

Desi juga menambahkan, saat ini target penyerapan gabah di Cianjur 12,630 Ton. Sedangkan realisasinya baru tercapai 109 Ton. “Kendala belum tercapainya target penyerapan gabah, yaitu masih tingginya harga dari para petani,” pungkasnya. (Farhan MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *