SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Ekonomi Indonesia Sedang Lesu

550
×

Ekonomi Indonesia Sedang Lesu

Sebarkan artikel ini

Lembaga konsultan properti asal Australia, Savills. Dalam risetnya menunjukkan tingkat kekosongan (vacancy) pasar perkantoran di area CBD, Jakarta mencapai 18,4% atau naik 2,7% dibanding semester sebelumnya.

Permintaan yang tak tumbuh lebih tinggi dibandingkan suplai. Total pasokan pada semester I-201 mencapai 270 ribu m2, sementara penyerapan ruang kantor tidak sampai 63 ribu m2 atau hanya sekitar 1/3.

Savills juga menunjukkan data tentang mal yang makin sepi. Tingkat kekosongan area tenant di mal di Jakarta bergerak naik ke angka 10,8% pada semester I-2017 dari sebelumnya 10,3% di semester II-2016.

BPS (Badan Pusat Statistik) baru akan merilis realisasi pertumbuhan ekonomi pada awal bulan depan. Semua berharap tentunya lebih baik data yang disampaikan sesuai dengan realitas.

Ekonomi tumbuh 5-5,5% menurut Lana tidak akan mengubah keadaan sekarang. Kue ekonomi tersebut hanya dinikmati oleh sedikit sektor yang memang sudah masuk dalam kategori kuat.

“Kalau hanya sampai 5,5% itu bakal sulit. Pemerintah harus bisa mendekati 6% agar hampir semua sektor bisa akan meningkat,” tandasnya.

CORE menyebutkan dibutuhkan stimulus dan kebijakan yang tepat untuk mengatasi kelesuan ekonomi, upaya ini juga dilakukan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen sebagaimana ditargetkan dalam APBN-P 2017.

“Akibatnya defisit anggaran pun semakin lebar dan beban utang yang sudah besar semakin bertambah. Untungnya ekspor mengalami lonjakan besar akibat kenaikan harga komoditas sehingga menyelamatkan pertumbuhan PDB kuartal I-2017 hingga di atas lima persen,” jelas Faisal. (jns/dr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *