SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
CianjurHOME

Evaluasi Satgas Covid-19 Tim Monitoring Kabupaten Cianjur, Kunjungi Wilayah Cianjur Selatan

53
×

Evaluasi Satgas Covid-19 Tim Monitoring Kabupaten Cianjur, Kunjungi Wilayah Cianjur Selatan

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Cianjur – Selama berlangsungnya penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro- Darurat mulai meningkat. Kepatuhan masyarakat di wilayah Cianjur selatan, dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) cukup berhasil. Pasalnya, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi tim di lapangan, masyarakat sudah menyadari pentingnya memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.”kata Koordinator Monitoring PPKM Darurat Wilayah Selatan, Tedi Artiawan kepada wartawan Jumat (16/07/2021).

Tedi mengaku monitoring ini, dilaksanakan dibeberapa titik-titik perbatasan dengan daerah lain. Di antaranya seperti di Kecamatan Cidaun yang berbatasan dengan Kabupaten Garut, Kecamatan Naringgul yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung, serta di Kecamatan Sindangbarang yang merupakan daerah sentral di wilayah selatan.

“Selama dua hari (Rabu dan Kamis) kami bersama tim memonitoring dan evaluasi kegiatan PPKM Darurat di wilayah selatan. Dan hasilnya alhamdulillah, masyarakat sudah mulai patuh terhadap protokol kesehatan, terutama pemakaian masker,” terangnya.

Menurutnya, monitoring ini dilakukan dengan cara melihat pergerakan data termasuk memantau langsung pelaksanaan operasi yustisi penyekatan kendaraan di daerah-daerah perbatasan. Pelaksanaannya dilakukan bersama unsur Forkopimcam di setiap kecamatan.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa terus patuh terhadap protokol kesehatan selama masih terjadi pandemi covid-19,” harapannya.

Tedy mengatakan meskipun secara umum penerapan PPKM di beberapa wilayah di selatan Kabupaten Cianjur berjalan kondusif, tetapi ada beberapa hal yang menjadi catatan.

Menurut Tedi di antaranya menyangkut roda perekonomian masyarakat, terutama perputaran distribusi komoditas produksi hasil bumi.”Ada beberapa bahan konsumsi yang memang masih menumpuk di tempat-tempat penampungan. Seperti pisang, beras, dan gula merah,”ungkapnya.

Lebih lanjut, ”Tedy mengungkapkan dengan menumpuknya beragam komoditas hasil bumi dan produksi masyarakat itu dipicu pembatasan mobilitas. Pasalnya, berbagai komoditas tersebut banyak dipasarkan ke sejumlah kota besar seperti Bandung ataupun Jakarta. “Jadi terjadi penumpukan beberapa hari di tempat penampungan,” terangnya.

Diapun mengaku akan segera berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah dan instansi taktis lainnya mencari solusi agar produksi hasil bumi dari wilayah Cianjur selatan bisa terdistribusikan ke berbagai daerah. Dengan demikian, roda perekonomian pun akan berjalan dengan baik.

“Memang hasil bumi ataupun produksi komoditas pangan dari selatan ini kebanyakan diambil langsung pemesannya. Tapi sekarang selama PPKM darurat ada pembatasan mobilitas. Sehingga jadi tersendat dan banyak menumpuk di tempat penampungan. Mudah-mudahan segera ada solusinya,” imbuhnya.

Tedy mengingatkan masyarakat agar bisa menjaga pendisiplinan dan kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan agar PPKM darurat tidak diperpanjang. Sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal dan perekonomian pun kembali pulih.

“Masyarakat harus taat terhadap sistim protokol kesehatan (Prokes). Dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5M),” pungkasnya.

(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *