Soroti Perilaku Oknum Petugas SPPG
Selain menyoroti aspek pengelolaan, Gus Miftah juga menyinggung sejumlah konten media sosial yang dibuat oleh oknum petugas SPPG dan sempat menjadi perbincangan publik.
Menurutnya, tindakan yang tidak mencerminkan profesionalisme dapat berdampak pada citra program secara keseluruhan.
“Jadi kan yang rusak kelakuan SPPG, tapi yang disalahkan Presidennya. Nggak fair itu,” ujarnya.
Ia berharap seluruh petugas yang terlibat dalam program MBG dapat menjaga etika, profesionalisme, serta fokus pada pelayanan kepada masyarakat.
Tegaskan MBG Adalah Program, Bukan Proyek
Dalam kesempatan tersebut, Gus Miftah kembali menegaskan pandangannya bahwa MBG merupakan program sosial yang berorientasi pada peningkatan kualitas generasi bangsa, bukan sekadar proyek yang mengejar keuntungan.
“MBG itu program, bukan proyek. Program itu orientasinya sesuai tujuan awal, yaitu meningkatkan sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program, maka yang perlu diperbaiki adalah aspek pelaksanaannya, bukan menghentikan program secara keseluruhan.
Sebelumnya, dalam sebuah ceramah di Cirebon yang turut dihadiri Dedi Mulyadi, Gus Miftah juga menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan yang baik, namun membutuhkan pengawasan dan perbaikan dalam implementasinya.
“Kalau programnya ada yang salah, yang diperbaiki adalah kesalahannya, bukan programnya yang dihentikan,” ujarnya.
Gus Miftah berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjaga amanah dan memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai tujuan yang telah ditetapkan.















