HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
BisnisHOMESulawesiTokoh Politik

Kepemilikan 41 Titik SPPG oleh Yayasan Milik Anak Pejabat Sulsel Kembali Disorot, Muncul Desakan Audit

358
×

Kepemilikan 41 Titik SPPG oleh Yayasan Milik Anak Pejabat Sulsel Kembali Disorot, Muncul Desakan Audit

Sebarkan artikel ini
Menyoroti sosok anak pejabat DPRD Sulsel, Yasika Aulia terkait dugaan monopoli kepemilikan 41 Dapur MBG usai penangkapan Dadan Hindayana. Gambar: Instagram.com/@makassar.iinfo - Dok. BGN

JAKARTA – Kepemilikan 41 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Selatan yang dikelola Yayasan Yasika Group kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak mendorong agar pengelolaan fasilitas pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut diaudit secara menyeluruh guna memastikan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaannya.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Yayasan Yasika Group diketahui dikelola oleh Yasika Aulia Ramadhani, yang merupakan putri Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud. Kepemilikan puluhan dapur MBG tersebut sebelumnya juga sempat menjadi perbincangan publik karena jumlah fasilitas yang dikelola oleh satu yayasan dinilai cukup besar.

Aktivis antikorupsi Sholehudin menilai audit independen perlu dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengelolaan program berjalan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya mencakup penggunaan anggaran, tetapi juga aspek legalitas operasional, mekanisme kemitraan, serta kepatuhan terhadap aturan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“Seluruh mitra yang mengelola program dalam jumlah besar perlu diaudit secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat,” ujar Sholehudin dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Pernah Menjadi Polemik

Kepemilikan 41 titik SPPG oleh Yasika Group sebenarnya telah menjadi perhatian publik sejak 2025. Saat itu, sejumlah kalangan mempertanyakan pengelolaan puluhan dapur MBG oleh satu yayasan karena dinilai berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam distribusi pelaksanaan program.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *