JAKARTA – Kepemilikan 41 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Selatan yang dikelola Yayasan Yasika Group kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak mendorong agar pengelolaan fasilitas pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut diaudit secara menyeluruh guna memastikan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaannya.
Yayasan Yasika Group diketahui dikelola oleh Yasika Aulia Ramadhani, yang merupakan putri Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud. Kepemilikan puluhan dapur MBG tersebut sebelumnya juga sempat menjadi perbincangan publik karena jumlah fasilitas yang dikelola oleh satu yayasan dinilai cukup besar.
Aktivis antikorupsi Sholehudin menilai audit independen perlu dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengelolaan program berjalan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya mencakup penggunaan anggaran, tetapi juga aspek legalitas operasional, mekanisme kemitraan, serta kepatuhan terhadap aturan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
“Seluruh mitra yang mengelola program dalam jumlah besar perlu diaudit secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat,” ujar Sholehudin dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Pernah Menjadi Polemik
Kepemilikan 41 titik SPPG oleh Yasika Group sebenarnya telah menjadi perhatian publik sejak 2025. Saat itu, sejumlah kalangan mempertanyakan pengelolaan puluhan dapur MBG oleh satu yayasan karena dinilai berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam distribusi pelaksanaan program.















