Leli menilai tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Menurutnya, perjuangan tidak lagi hanya berbentuk perang fisik, tetapi juga menyangkut ideologi, data, ekonomi dan kemiskinan.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Disinilah peran Generasi Muda FKPPI diuji. Kita tidak boleh hanya jadi penonton. Kita harus menjadi solusioner,” tegasnya.
Ia berharap GM FKPPI dapat menjadi jembatan lintas generasi. Para senior diharapkan dapat mewariskan disiplin dan sejarah perjuangan, sementara generasi muda memberikan gagasan serta memanfaatkan perkembangan teknologi.
“Duduk satu meja, beda usia, satu tujuan: Indonesia lebih baik,” ujarnya.
Leli juga menekankan pentingnya pengabdian yang diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
“Turun ke bumi, hadir untuk rakyat. Bhakti itu harus nyata. Jangan sampai kita besar di spanduk, tapi kecil di aksi. Jaga budaya bangsa sebagai jati diri,” katanya.
Ia mengajak seluruh anggota GM FKPPI menjadikan perjalanan 48 tahun sebagai pengalaman untuk terus bergerak ke depan.
“48 tahun sudah kita mengabdi. Ke depan mari kita tidak menoleh ke belakang. Ke belakang untuk bangga, tapi untuk belajar. Karena pada akhirnya, pengabdian kita yang akan diingat Ibu Pertiwi,” tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Leli menyerukan semangat kepada seluruh anggota GM FKPPI.
“Salam GM FKPPI, SOLID, KUAT, MILITAN!” serunya sambil mengepalkan tangan ke atas dan disambut yel-yel penuh semangat dari para anggota.
Syukuran dan Pemaparan Sejarah GM FKPPI
Rangkaian acara syukuran HUT ke-48 GM FKPPI diawali dengan tausiyah singkat yang disampaikan KH. M. Syarifuddin Ar Rusydy, Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah As Siroojul Munawwar sekaligus Wanhat PC 1010 GM FKPPI Kabupaten Sumedang.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











