“Ngapain cape-cape kalau gak ada untungnya, mendingan ngurusin usaha saya sendiri dan jualan Gas bersubsidi saja ada untungnya,” cetusnya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Dari informasi dan narasumber yang enggan di sebut namanya mengatakan kepada MMN.CO bahwa, ada beberapa anggota Kelompok Tani Pandawa Lima, yang harus menebus benih ukuran 5 Kg tersebut dengan harga Rp.20 ribu/kampilnya pada Ketua kelompok. Oleh karena itu anggota merasa keberatan karena harga tebusnya terlalu mahal.
Sementara Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Tirtajaya, AA. Rahmat saat di hubungi MMN.CO via telepon selulernya menegaskan, ada sepuluh desa yang mendapatkan Program Benih bersubsidi diwilayah kerjanya, kecuali Desa Medan Karya.
Diakui pihaknya hanya sebatas fasilitator kegiatan, sedangkan pembelian kelompok langsung dengan perusahaan dan harga Benih bersubsidi Rp.2.500/Kg.
“Jika ada yang menjual di atas harga tersebut, maka tanggung jawab pengurus kelompok sendiri dan Ketua Kelompok harus membuatkan berita acara kesepakatan harga dengan para anggotanya, agar tidak terjadi persoalan,”pungkasnya.(Jun)
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











