Said menilai Anies-Sandi hanya berjanji dan berbohong dalam kontrak politik yang mereka tanda tangani secara resmi bersama Koalisi Buruh Jakarta saat akan menetapkan UMP DKI Jakarta 2018, nilainya lebih tinggi dari PP 78/2015. Menurutnya Anies – Sandi adalah pemimpin yang hanya pandai berkata-kata. Buruh tidak butuh kesantunan dari Anies-Sandi, melainkan kejujuran. Maka dia menyatakan akan terus melakukan perlawanan terhadap Anies-Sandi.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Dia cepat berbohong, kami akan cabut mandat karena pembohong dan ingkar janji, khianat terhadap kontrak politik. Kalau dia tidak sanggup, tidak usah di tanda tangan kontrak politik,” kata Said.
Menanggapi hal itu, mantan Ketua Tim Sinkronisasi Pasangan Anies-Sandi, Sudirman Said mengatakan tidak pernah melihat kontrak politik Anies-Sandi dengan buruh saat kampanye. “Saya belum pernah lihat dokumen itu,” ujar Sudirman kepada wartawan kemarin, Rabu 8/11/17) siang.
Sudirman juga menyebutkan, dirinya bukan lagi bagian dari tim yang dibentuk jelang pasangan Anies-Sandi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
(Jns|Dr)
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.















