“Sehingga Islam yang ditampilkan bukan Islam yang marah tetapi Islam yang ramah,” sambung Kang Ace.
Disamping merespon dan memberikan apresiasi terkait pemberdayaan ekonomi yang sudah terbukti dan terwujud di Ponpes Progresif RPK Ulfiah, Kang Ace, juga mengingatkan pentingnya berpolitik dalam rangka menjaga agama dengan prinsip-prinsip Ahlussunah Waljamaah.
“Saya ingin mengatakan politik itu penting bahkan sangat penting. Hal itu telah ditunjukkan oleh pendahulu kita untuk terjun ke politik dengan landasan untuk menjaga agama dan membangun kemaslahatan,” tutur Kang Ace.
Kang Ace menjelaskan, politik itu hadir dalam rangka memenuhi tuntutan dan kepentingan manusia serta merespon berbagai dinamika kehidupan, sehingga setiap pengambilan keputusan harus memenuhi kriteria kepentingan umum (maslahah ‘ammah) yang dibenarkan dan selaras dengan nilai-nilai agama.
“Ajaran agama kita telah menyaratkan pentingnya sebuah imarah atau kepemimpinan politik yang mengatur urusan duniawi dan menjaga agama (hirasatud din wa siyasatud dunya),” sambungnya.
Kalau dunia politik itu tidak diisi oleh mereka yang ‘li islahil ‘ammah’, kata Kang Ace maka akan timbul kerusakan. Karena itu prinsip ”Tashorruf al-Imam ala ar-Ra’iyah manuthun bi al-Maslahah” yakni kebijakan pemerintah atas rakyat yang didasarkan pada prinsip kemaslahatan ini telah menjadi jalan politik Partai Golkar selama ini.
“Kita berpolitik itu hendaknya bukan karena aspek agama tertentu. Muslim non muslim, suku atau apa saja tapi harus didasarkan atas manuthun bi al-maslahah (prinsip-prinsip kemaslahatan),” papar Kang Ace.











