MMN.co, Cianjur – Mata air Cikahuripan oleh masyarakat sekitar dianggap sebagai mata air keramat, sehingga setiap harinya ramai dikunjungi untuk diambil airnya dan dikonsumsi baik untuk obat maupun kebutuhan sehari-hari.
Ketua Raptils (Rakeyan Napak Tilas) Asep Saepulukman menjelaskan, menurut salah seorang tokoh masyarakat Kampung Cikurutug, konon katanya air itu awal mulanya dibawa dari daerah Cirebon dan Banten kemudian ditanamlah atau dicurahkan di lokasi tersebut.
“Anehnya air Cikahuripan apabila musim hujan volumenya tetap sama dan tidak bertambah. Apabila musim hujan air keruh yang dibawa oleh air hujan tidak mau menyatu dengan air Cikahuripan, selain itu air Cikahuripan walau musim kemarau tidak pernah surut. Disitulah ke anehan air Cikahuripan,” ujarnya, Sabtu (22/5/2021).
Air Cikahuripan menurut warga sekitar membawa berkah, sehingga harus diperhatikan lokasi mata air Cikahuripan.
“Harapan kami semoga pihak Pemerintah Desa bisa lebih menata lokasi mata air Cikahuripan. Minimal pinggirannya di pasang batu karena setiap harinya banyak dikunjungi warga untuk mengambil air nya untuk dikonsumsi,” katanya.
Terkahir Asep menambahkan, perlu diketahui menurut seorang tokoh Kampung Cikurutug yakni Eyang Engkos bahwa mata air Cikahuripan pernah dikunjungi oleh Dr Miranda asal Perancis untuk melakukan penelitian tes mata air Cikahuripan.
“Dan setelah dikunjungi Dr Miranda kini warga ramai mendatangi dan mengambil air Cikahuripan untuk dikonsumsi dan digunakan untuk minum sehari harinya walau tidak dimasak terlebih dahulu katanya sudah seteril,” pungkasnya.
(Jay)















