MMN.co, Cianjur – Organisasi komunitas lokal Raptils (Rakeyan Napak Tilas) Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat mengelar kegiatan Kemah Budaya pada Rabu, 19 Mei 2021 yang dilaksanakan di Kampung Cihalimun, Desa Mekarsari.
Acara diikuti oleh peserta dari berbagai organisasi komunitas pecinta alam dan budaya dengan tetap mematuhi Protokoler Kesehatan.
Ketua Raptils, Asep Saepulukman mengatakan, kegiatan kemah gelar budaya ini merupakan giat napak tilas menggali sejarah yang diadakan setiap satu tahun sekali oleh organisasi komunitas Raptils.
“Tujuannya untuk menggali informasi baik sejarah situs budaya di setiap desa yang ada di wilayah kecamatan Naringgul. Sehingga jangan sampai sejarah itu di setiap desa kehilangan, maka dari itu kami atas nama organsiasi komunitas pencinta alam dan budaya yang tergabung dalam satu wadah organisasi Raptils (Rakiyan Napak Tilas) hadir ditengah warga masyarakat khususnya kecamatan Naringgul,” ujar Asep kepada wartawan, Kamis (20/5/2021).
Masih kata Asep, kalau diartikan artinya nama Rakiyan itu garapan kalau napak tilas itu menggali informasi sejarah yang dahulu, khususnya yang ada diwilayah kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan.
“Sehingga nantinya warga masyarakat tau apa saja sejarah peninggalan zaman terdahulu dari para leluhurnya yang ada di desanya masing-masing dan salah satu contohnya didesa Mekarsari ini. Kami menghadirkan para narasumber tokoh untuk menceritakan sejarah supaya warga masyarakat desa Mekarsari tau apa saja sejarah peninggalan yang ada diwilayah desanya,” terangnya.
Asep menambahkan, setelah dirinya dan rekan rekan komunitas Raptils gali dan kunjungi, ternyata didesa Mekarsari ini banyak peninggalan sejarah dari para leluhur terdahulu.
“Seperti halnya ada Batu Tulis, Makam Eyang Sutadi Wangsa atau yang lebih dikenal dengan sebutan nama Makam Eyang Bongkok, yang mana makam tersebut dulunya salah seorang tokoh warga desa Mekarsari yang membuka atau mendirikan kampung Cikurutug. Selain itu ada juga peninggalan sejarah Situs Batu Arca,” tambahnya.
Asep menjelaskan, intinya kegiatan Kemah Guar budaya ini tujuannya untuk membantu pemerintah agar warga masyarakatnya, khususnya diwilayahnya mengetahui apa saja peninggalan sejarah atau potensi alam yang ada.
“Selanjutnya setelah kegiatan ini kami dari Organsiasi Komunitas Raptils (Rakiyan Napak Tilas) akan membuat sebuah catatan dicetak di buku terkait potensi alam dan peninggalan sejarah yang ada didesa Mekarsari dan nantinya buku bukunya akan kami berikan ke pemerintah desa Mekarsari agar warga masyarakat khususnya desa Mekarsari tau detail informasi peninggalan sejarah terdahulu yang ada didesa Mekarsari,” jelasnya.
Terkahir Asep berharap, semoga Raptils (Rakeyan Napak Tilas) ini bisa dijadikan sebuah etalase Naringgul baik itu wisata, budaya atau seni.
“Jadi komunitas Raptils bisa memberikan informasi yang akurat kepada siapapun yang mau tau atau bertanya terkait budaya yang ada di Naringgul. Adapun untuk keanggotaan Raptils itu sifatnya sukarela dan yang terlibat di keanggotaan ada laki laki dan perempuan. Dan yang paling pokok untuk menjadi anggota Raptils yaitu calon anggota harus betul betul mencintai daerah Naringgul itu sendiri. Dan mempunyai itikad baik untuk memajukan daerah Naringgul,” pungkasnya.
(Jay)















