PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
HOMEInternetOpini Pembaca

Mengapa Belajar di Internet Terkadang Membingungkan?

266
×

Mengapa Belajar di Internet Terkadang Membingungkan?

Sebarkan artikel ini
Internet Terkadang Membingungkan
GAMBAR ILUSTRASI: Internet Terkadang Membingungkan. (Penulis/Red.)

Penggunaan internet sebagai media belajar memang memberi banyak dampak positif. Misalnya, jam belajar yang fleksibel, hemat biaya, dan akses informasi yang sangat luas. Mungkin ketika di bangku sekolah, materi pembelajaran hanya terbatas pada suatu lingkup saja. Tetapi, dengan adanya internet, kita bisa melakukan semacam riset mengenai multidisiplin ataupun lintas disiplin ilmu yang hampir tidak pernah diajarkan di bangku sekolah. Meski begitu, penggunaan internet juga dapat memberikan efek negatif yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Saat kita belajar sesuatu, otak kita cenderung menyerap informasi yang kita rasakan. Di internet, proses penerimaan informasi itu menjadi jauh lebih cepat dan singkat karena otak disuguhkan banyak informasi sekaligus. Hal ini menyebabkan otak mengalami information overload yang membuat kita kesulitan untuk membuat keputusan dalam proses belajar.

Bukan hanya itu, penggunaan internet sebagai media pencari informasi juga membuat pemikiran kita menjadi kurang kritis. Banyaknya sumber informasi membuat cara kita mengolah informasi menjadi berkurang. Misalnya, saat ini kebanyakan pelajar membaca teks panjang dengan cara F-shaped, yakni hanya membaca kalimat utama dari setiap paragraf, kemudian dilanjutkan dengan membaca kalimat di paragraf lain. Hal ini tentunya membuat informasi yang diterima memang menjadi lebih cepat, tetapi kurang terserap dengan baik di dalam otak karena tidak adanya friksi atau hambatan bacaan yang membuat otak menjadi kurang tertantang dalam mengolah informasi.

Di sisi lain, tidak adanya kurikulum yang terstruktur membuat cara belajar menjadi kurang terarah dan tersusun dengan cermat. Hal ini membuat tahapan belajar menjadi acak dan membingungkan. Misalnya, materi yang mendalam dipelajari di awal, sedangkan materi dasar dipelajari di akhir. Hal ini akhirnya membuat kita merasa kewalahan karena materi yang dipelajari tidak sesuai dengan yang ada di sekolah.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *