MetroMediaNews.co|Cianjur –
Tinggal di gubuk reyot ditengah kebun milik warga dan tanpa adanya penerangan listrik membuat kondisi dan keadaan keluarga Firdaus sangat memprihatinkan. Saat ini Firdaus tinggal bersama istri dan kedua anaknya yang masih kecil.
Sebelumnya Firdaus tinggal di Kampung Cikareo kemudian rumah beserta tanahnya pada tahun 2017 dijual seharga Rp500 ribu untuk biaya pencarian putrinya yang hilang dibawa lari oleh tetangganya.
Kini Firdaus bersama keluarga tinggal di Kampung Cilandak RT 02/11, Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat, menempati gubuk ukuran 2,5 x 2,5 meter diatas tanah milik orang lain tanpa cahaya listrik.

“Saya hanya bisa pasrah dan terus berusaha untuk dapat bertahan hidup,” ujar Firdaus dengan nada sedih.
Ia menuturkan, apapun yang terjadi adalah takdir tuhan, dengan kondisi dan berbagai permasalahan dirinya hanya bisa menjalani dengan sabar.
“Apalagi dengan adanya kejadian yang mendera putri saya, maka harus bekerja keras mencari uang untuk biaya persalinan anak saya,” ungkapnya.
Seperti diketahui, anak Firdaus menjadi korban penculikan dan pencabulan oleh tetangganya sendiri. Anak perempuan Firdaus di culik hingga 4 tahun lamanya dan baru pada awal Januari 2020 keberadaannya diketahui, itupun anaknya sudah dalam kondisi mengandung 9 bulan.
Saat ini kasusnya dalam penanganan Polres Cianjur dan pelaku sudah diamankan.
Editor: Dedy Rahman
Penulis: Jay















