HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
KesehatanKulinerNasionalPemerintahanRegulasiSekolah

Pagu Anggaran 2027 Rp270 Triliun, BGN Buka Peluang Siswa SMA Tak Lagi Terima MBG

359
×

Pagu Anggaran 2027 Rp270 Triliun, BGN Buka Peluang Siswa SMA Tak Lagi Terima MBG

Sebarkan artikel ini

Mmn.co – Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang untuk melakukan penyesuaian sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2027. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah menghapus siswa SMA dari daftar penerima manfaat guna meningkatkan efektivitas intervensi gizi sekaligus mengoptimalkan penggunaan anggaran.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan langkah refocusing atau pemfokusan penerima manfaat tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan sejumlah kementerian terkait lainnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, dengan beberapa kementerian yang lain,” ujar Agustina usai rapat tertutup bersama Komisi IX DPR RI, Senin (15/6/2026).

Fokus pada Golden Period Anak

Agustina menjelaskan, berdasarkan kajian para ahli dan rekomendasi Kementerian Kesehatan, intervensi gizi paling efektif dilakukan sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Menurutnya, periode tersebut merupakan masa emas atau golden period yang sangat menentukan tumbuh kembang anak sehingga perlu menjadi prioritas dalam program pemenuhan gizi pemerintah.

“Lalu sampai dengan 2 tahun nanti ada intervensi gizi lalu sampai dengan usia selanjutnya. Nah, bentuknya pemenuhan gizi,” katanya.

“Kami berusaha mendengarkan para pakar yang sudah ada di Kementerian Kesehatan. Dari situlah kami melakukan refocusing penerima manfaat,” imbuhnya.

Siswa SMA Berpotensi Tidak Lagi Menjadi Penerima

Dalam skema yang sedang dikaji, siswa SMA disebut berpotensi tidak lagi menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Langkah tersebut dipertimbangkan agar program lebih fokus kepada kelompok yang dinilai membutuhkan intervensi gizi secara langsung.

HUT RI ke-81 – Reward MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *