“Sehingga kita tahu apakah ada perbuatan melawan hukum di sana,” lanjutnya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Ia juga meminta publik menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian terkait dugaan penyebab blackout di Sumatera.
“Jadi, untuk blackout lebih baik kita tunggu saja rekan-rekan penyidik nanti mengungkap dan sebaiknya ditanya ke sana ya, rekan-rekan Metro,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri mengungkap adanya dugaan praktik korupsi dalam pengadaan batu bara yang diduga menjadi salah satu penyebab pemadaman listrik di Sumatera.
Direktur Penindakan Kortastipidkor Polri Brigjen Pol. Robertus Yohanes De Deo menyebut penyidik menemukan dugaan manipulasi dokumen terkait kualitas maupun kuantitas batu bara yang dipasok ke PLTU.
“Modus yang kami temukan dalam proses penyelidikan di antaranya terkait adanya dugaan manipulasi dokumen kualitas batu bara yang dikirimkan atau dipasok,” ujar Robertus kepada wartawan pada 6 Juli 2026.
Selain itu, penyidik juga menduga terjadi penyimpangan dalam kuantitas batu bara yang dipasok sehingga pembayaran kontrak tidak sesuai dengan kondisi pasokan yang sebenarnya.
“(Diduga) ada manipulasi kuantitas batu bara yang dipasok ke PLTU, serta dugaan penyimpangan yang mengakibatkan pembayaran atau harga kontrak tidak sesuai dengan kondisi pasokan yang sebenarnya,” katanya.
Akibat dugaan korupsi tersebut, penyidik memperkirakan kerugian negara mencapai sekitar Rp5 triliun. Namun, nilai kerugian pasti masih menunggu hasil audit dan investigasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











