Pada saat saya ditahan di rutan Polres Lampung Timur, tambahnya, Brigjenpol Hilman juga menyempatkan mengirimkan paket makanan dan minuman ke rutan melalui perwakilan SKKP Lampung Timur.
“Pak Brigjenpol Hilman juga sempat kirim makanan berupa roti-roti dan air mineral ke saya dan kawan-kawan saat ditahan di rutan Polres Lampung Timur. Saya sangat apresiasi atas perhatian dan bantuan beliau,” imbuh Wilson Lalengke.
Mengutip ungkapan filosofis yang berkembang di masyarakat luas, tokoh pers nasional ini mengatakan bahwa dalam kondisi sulit yang dihadapi saat inilah dia dapat mengetahui siapa sesungguhnya sahabatnya.
“Yaa, seperti pepatah mengatakan ‘saat senang teman mengenal kita, saat susah kita kenal siapa teman’. Apapun bentuk perhatian dan bantuan sahabat-sahabat kita, walau hanya dalam bentuk doa, hal-hal itu sudah lebih dari cukup sebagai penanda bahwa dia adalah teman kita,” ujar lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dari Universitas Birmingham, Inggris, ini.
Sebagaimana diketahui bahwa Wilson Lalengke bersama rekannya Edi Suryadi dan Sunarso saat ini sedang didudukan sebagai pesakitan atas kasus perobohan papan bunga yang dikirimkan tokoh adat Buay Beliuk Negeri Tua Lampung Timur ke Polres Lampung Timur. Sekelompok warga pimpinan Azzohirry yang mengaku sebagai tokoh adat di Lampung Timur memberikan papan karangan bunga kepada Polres Lampung Timur yang mereka nilai sukses menangkap wartawan Muhammad Indra, pada Jumat, 11 Maret 2022 lalu. Papan bunga itu kemudian direbahkan oleh Wilson Lalengke seketika dia melihat tulisan di papan bunga yang melecehkan kalangan pekerja pers atau wartawan saat menyambangi Mapolres Lampung Timur, Jumat, 11 Maret 2022 lalu itu.













