Melalui pendidikan fungsionaris kata dia, para fungsionaris bisa memastikan dengan berbagai teori-teori, ideologi karya dan kekaryaan dan berbagai strategi lainnya bagaimana caranya memenangkan pemilu di lapangan.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Pada forum ini kita akan belajar bagaimana menarik hati rakyat. Dulu tidak ada IG tidak ada tiktok sekarang media sosial (medsos) bertebaran, karena itu mari jadikan medsos sebagai instrumen untuk memenangkan partai,” jelas Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI tersebut.
Menurut Kang Ace, kader fungsionaris harus selalu mengupdate kerja-kerja politik karena tantangan kedepan yang berbeda dari sebelumnya. “Oleh karena itu saya wajibkan seluruh pengurus untuk mengikuti acara ini hingga tuntas, kita harus mampu merangkul pemilih pemula, generasi Z agar mereka bisa memilih partai golkar,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh fungsionaris bisa melakukan tradisi baru dengan kerja yang terukur berbasis saintifik. “Saatnya kita tidak berebut di internal, jangan hanya fokus ke dalam. Cari pemilih dengan spektrum yang lebih luas. Tak perlu saling sikut di dalam,” pesannya.
Kang Ace mengingatkan dulu yang menangkan Golkar adalah ABG (ABRI/TNI, Birokrasi dan Golkar), semua bekerja untuk memenangkan Golkar. “Kini sistem politik sudah berbeda. Sekarang kita harus mandiri. Harus berdiri di kaki sendiri. Kemenangan saat ini tergantung kerja keras dan militansi kita sendiri,” ujarnya seraya mengajak seluruh kader Golkar di Jabar tetap solid dan kompak.
(Red)
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











