“Saya minta yang sudah melaksanakan 100 hari kerja ada evaluasinya per minggu. Setelah itu baru paparan,” pungkasnya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Sementara bagi pejabat yang mengalami mutasi, Dony menekankan bahwa perpindahan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi yang harus dijawab dengan profesionalisme.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh memilih-milih tempat dalam menjalankan pengabdian.
“Di mana pun tempatnya, kita harus bekerja secara profesional. Pemimpin sejati tidak memilih medan dalam pengabdian, tapi harus menaklukkan medan di mana pun dia berada,” katanya.
Selain pencapaian target, Dony mengingatkan para pejabat agar disiplin menjalankan seluruh ketentuan dan aturan yang berlaku. Ia meminta persoalan administratif mendasar tidak lagi menjadi sumber kesalahan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
“Jangan sampai hal kecil seperti administrasi masih ada kesalahan yang fundamental. Normatif dipenuhi, laksanakan aturan dengan sebaik-baiknya. Jangan sekali-kali melanggar aturan,” tegasnya.
Dituntut Adaptif dan Proaktif
Dony juga meminta para pejabat terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung cepat, termasuk perkembangan teknologi dan algoritma media sosial.
Menurutnya, kecepatan perubahan informasi harus diimbangi dengan kemampuan aparatur dalam berpikir, mengambil keputusan, menangkap peluang, serta merespons tantangan.
“Kecepatan informasi harus sama dengan kecepatan kita berpikir. Menjawab tantangan dan menangkap peluang yang ada, serta cepat beradaptasi di lingkungan kerjanya,” ujarnya.
Para pejabat juga diminta tidak bekerja secara pasif atau hanya menunggu instruksi pimpinan. Aparatur harus kreatif, inovatif, dan mampu menghadirkan terobosan dalam pelayanan kepada masyarakat.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











