HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
DaerahHOMEKab. Mandailing NatalSumatera Utara

7 Desa di Kecamatan Siabu Masih Berstatus Tertinggal, Pendamping Desa Targetkan Naik Status pada 2026

104
×

7 Desa di Kecamatan Siabu Masih Berstatus Tertinggal, Pendamping Desa Targetkan Naik Status pada 2026

Sebarkan artikel ini
Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2025, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. (Gambar: Suhartono)

MANDAILING NATAL – Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, masih berstatus Desa Tertinggal berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2025. Sementara itu, desa-desa lainnya berada pada kategori Desa Berkembang dan belum ada satu pun yang berstatus Desa Mandiri.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Hal tersebut disampaikan Pendamping Desa Kecamatan Siabu, Ismail Marzuki Lubis, yang akrab disapa Zuki, saat memberikan sosialisasi penginputan data IDM di Balai Desa Kelurahan Siabu, Rabu (29/7/2026).

Adapun tujuh desa yang masih masuk kategori Desa Tertinggal yaitu Desa Muara Batang Angkola, Tanjung Sialang, Aek Mual, Pintu Padang Jae, Huta Raja, Sihepeng Opat, dan Sihepeng.

Sementara desa yang masuk kategori Desa Berkembang meliputi Tangga Bosi I, Tangga Bosi II, Tangga Bosi III, Sinonoan, Pintu Padang Julu, Lumban Dolok, Huraba I, Huraba II, Simaninggir, Bonan Dolok, Lumban Pinasa, Sibaruang, Huta Puli, Huta Raja, Sihepeng I, Sihepeng II, Sihepeng III, dan Sihepeng V.

Menurut Zuki, data yang disampaikan merupakan hasil penilaian IDM Tahun 2025, sedangkan proses penginputan data untuk tahun 2026 masih berlangsung.

“Data itu merupakan data tahun 2025. Untuk tahun 2026 masih dalam proses input,” ujarnya.

Zuki menjelaskan, Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan indeks komposit yang digunakan pemerintah untuk mengukur tingkat kemajuan dan kemandirian desa berdasarkan tiga dimensi utama, yaitu ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi atau lingkungan.

Indeks ketahanan sosial mencakup aspek pendidikan, kesehatan, modal sosial, serta kondisi permukiman. Sementara ketahanan ekonomi meliputi keragaman produksi masyarakat, akses terhadap pusat perdagangan dan pasar, akses logistik, layanan perbankan dan kredit, serta keterbukaan wilayah.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *