MANDAILING NATAL – Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, masih berstatus Desa Tertinggal berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2025. Sementara itu, desa-desa lainnya berada pada kategori Desa Berkembang dan belum ada satu pun yang berstatus Desa Mandiri.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Hal tersebut disampaikan Pendamping Desa Kecamatan Siabu, Ismail Marzuki Lubis, yang akrab disapa Zuki, saat memberikan sosialisasi penginputan data IDM di Balai Desa Kelurahan Siabu, Rabu (29/7/2026).
Adapun tujuh desa yang masih masuk kategori Desa Tertinggal yaitu Desa Muara Batang Angkola, Tanjung Sialang, Aek Mual, Pintu Padang Jae, Huta Raja, Sihepeng Opat, dan Sihepeng.
Sementara desa yang masuk kategori Desa Berkembang meliputi Tangga Bosi I, Tangga Bosi II, Tangga Bosi III, Sinonoan, Pintu Padang Julu, Lumban Dolok, Huraba I, Huraba II, Simaninggir, Bonan Dolok, Lumban Pinasa, Sibaruang, Huta Puli, Huta Raja, Sihepeng I, Sihepeng II, Sihepeng III, dan Sihepeng V.
Menurut Zuki, data yang disampaikan merupakan hasil penilaian IDM Tahun 2025, sedangkan proses penginputan data untuk tahun 2026 masih berlangsung.
“Data itu merupakan data tahun 2025. Untuk tahun 2026 masih dalam proses input,” ujarnya.
Zuki menjelaskan, Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan indeks komposit yang digunakan pemerintah untuk mengukur tingkat kemajuan dan kemandirian desa berdasarkan tiga dimensi utama, yaitu ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi atau lingkungan.
Indeks ketahanan sosial mencakup aspek pendidikan, kesehatan, modal sosial, serta kondisi permukiman. Sementara ketahanan ekonomi meliputi keragaman produksi masyarakat, akses terhadap pusat perdagangan dan pasar, akses logistik, layanan perbankan dan kredit, serta keterbukaan wilayah.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











