SUBANG,MMN.CO.-Lantaran lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan Pelabuhan dihargakan murah dan dinilai tidak subur, ratusan petani yang tergabung di Paguyuban “Tani Berkah jaya”, Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kab.Subang, Prov.Jawa Barat, menggerudug kantor Camat Pusakanagara, kemudian dilanjutkan pengecoran sawah di lahan milik Arim,Senin (8/5/2017).
Menurut koordinator aksi Arim Suhaerim, aksi Cor sawah sebagai simbol protes terhadap pemerintah yang menetapkan lahan petani yang akan dibebaskan untuk pembangunan pelabuhan dihargai murah.
“Dengan aksi ini, kita berharap pemerintah pusat mengetahui keinginan kami, bila para petani di Patimban mengingnkan harga yang layak menurut sosial ekonomi kami, jangan sampai menjatuhkan harga murah,”ujar Arim.
Menurut Arim, lahan milik mereka diketahui menjadi murah lantaran tim yang dibentuk oleh pemerintah, menjatuhkan harga murah karena statusnya dijadikan lahan yang tidak subur. Padahal, menurut Arim, lahan yang mereka miliki sangat subur.
“Anda lihat sendiri, kalau lahan kami tidak subur maka tanaman padi, tidak akan tumbuh dengan subur seperti ini. Artinya lahan kami bukan lahan tandus, lahan yang kami miliki lahan produktif, yang bisa dipanen dua kali selama satu tahun,”tambah Arim.
Menurut Arim lahan pesawahan yang berada di blok 15, 16 dan 17, merupakan lahan milik masyarakat dan akan digunakan untuk pembangunan pelabuhan internasional. Menurut Arim, masyarakat sangat mendukung itu.
“Masyarakat sangat mendukung akan adanya pembangunan pelabuhan, akan tetapi harga pembebasan lahannya harus layak, kami minta harga sebesar Rp. 2,5 juta/M2,” tegasnya.















