PEMALANG – Memasuki musim panen padi, para penyedia jasa angkut gabah atau yang dikenal dengan sebutan “ojek gabah” kembali kebanjiran order di sejumlah wilayah Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Aktivitas ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan saat masa panen tiba.
Ojek gabah merupakan jasa angkut hasil panen padi menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi untuk melintasi area persawahan. Di kalangan warga setempat, aktivitas tersebut juga dikenal dengan istilah “trabas sawah”.
Musim panen tahun ini membawa berkah tersendiri bagi Gunawan (32) dan sejumlah warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Pemalang, yang sehari-hari bekerja sebagai pengojek gabah.
Saat ditemui di area persawahan perbatasan Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Tegal, Gunawan mengaku dalam satu bulan terakhir dirinya terus menerima order untuk mengangkut gabah hasil panen petani.
“Alhamdulillah, sudah sekitar satu bulan lebih musim panen padi, setiap harinya selalu ada orderan untuk mengangkut gabah,” ujar Gunawan, Minggu (24/5/2026).
Bersama rekannya, Casmo (40), Gunawan mengangkut karung-karung berisi gabah dari tengah persawahan menuju jalan raya agar mudah dijemput pengepul.
Namun pekerjaan tersebut tidak selalu mudah. Kondisi sawah yang berlumpur hingga tergenang air sering kali membuat sepeda motor tidak dapat melintas.
Medan Persawahan Berlumpur Jadi Tantangan Pengojek Gabah
“Terkadang kalau lokasi sawah tidak memungkinkan dilintasi sepeda motor karena tanahnya banjir atau berlumpur, ya terpaksa kami angkut dengan dipanggul menyusuri pematang sawah sampai ratusan meter,” ungkapnya.















