SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Kab. Pemalang

Ojek Gabah Penopang Ekonomi Warga Pedesaan Saat Musim Panen di Pemalang

242
×

Ojek Gabah Penopang Ekonomi Warga Pedesaan Saat Musim Panen di Pemalang

Sebarkan artikel ini
Ojek gabah penopang ekonomi warga pedesaan saat musim panen di Pemalang. (Poto: Ragil)

Untuk jasa angkut gabah, para pengojek biasanya menerima upah sekitar Rp400 ribu untuk lahan sawah seluas satu bahu atau sekitar setengah hektare.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Menurut Gunawan, besaran upah bisa bertambah tergantung tingkat kesulitan medan dan jarak tempuh dari lokasi panen menuju jalan utama.

“Kondisi persawahan yang sulit dan jarak yang jauh biasanya para juragan menambah uang untuk beli air minum dan rokok buat para pengangkut gabah,” tambahnya.

Dalam satu lokasi panen seluas satu bahu, pekerjaan angkut gabah biasanya dilakukan oleh lima hingga sepuluh orang pekerja. Waktu pengerjaan dimulai sejak pagi hingga sore hari, bahkan terkadang sampai malam.

“Ongkos ojek gabah juga tergantung jauhnya. Kalau jaraknya sekitar satu kilometer dan berlumpur biasanya lebih dari Rp400 ribu. Kalau sawahnya sudah kering dan dekat, bisa kurang,” jelas Gunawan.

Ia mengaku musim panen kali ini membuat permintaan jasa ojek gabah meningkat dibanding hari biasa. Bahkan, dirinya juga menerima pekerjaan di luar daerah.

“Habis ini saya langsung ke Cilacap karena ada orderan juga di sana sekitar dua hektare sawah yang sedang panen,” katanya.

Dari pekerjaan tersebut, Gunawan mengaku bisa memperoleh penghasilan antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari, tergantung kondisi medan dan banyaknya order.

“Dilihat kondisi motornya juga sih. Kalau kelihatannya sudah hampir menyerah, saya tidak menerima orderan lagi,” pungkasnya.

Penulis: Ragil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *