SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Daerah

Ada Apa Dua Klinik Milik Calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Tiba-tiba Disatroni Satpol PP ?

43
×

Ada Apa Dua Klinik Milik Calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Tiba-tiba Disatroni Satpol PP ?

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Cianjur – Sebuah klinik di Cianjur, Klinik Utama Citra Harapan Bunda, dilaporkan telah menjadi sasaran tindakan sepihak yang diduga sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan. Klinik yang beroperasi di Jalan KH. Hasyim Ashari No. 70, Kelurahan Solokpandan, Cianjur, ini menerima bocoran Surat Peringatan Pertama (SP.1) dari instansi terkait meskipun sudah beroperasi dengan izin resmi.

Diketahui salah seorang pemilik klinik tersebut dr. Neneng Efa Fatimah adalah salah satu calon Wakil Bupati Cianjur mendampingi calon Bupati Cianjur Deden Nasihin yang diusung Partai Golkar, PKS dan Perindo. Pasangan ini dianggap sebagai lawan kuat kubu petahana, H. Herman Suherman – Muhammad Solih Ibang.

Dalam surat yang diterbitkan oleh Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Cianjur pada tanggal 9 September 2024, klinik tersebut dinyatakan telah melanggar peraturan terkait operasional, meskipun izin dari Online Single Submission (OSS) sudah diterbitkan.

“Tindakan ini tentu saja telah menimbulkan kekhawatiran adanya ketidakadilan dan penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan pihak kami. Sebab itu tentu kami akan melakukan pembelaan dan perlawanan karena ini sudah sangat keterlaluan,” kata dr. Efa Fatimah didampingi Kuasa Hukum Klinik Utama Citra Harapan Bunda, Ronald Tampenawas SH.

“Kami juga tentu akan berdiskusi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Asosiasiasi Klinik Indonesia ( ASKLIN), mendatangi berbagai pihak terkait termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. Dimana seharusnya mereka memberikan perlindungan terhadap aktivitas layanan kesehatan masyarakat,” sambung Efa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *