SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
DaerahPolitik

Ajak Kader Solid Menangkan Pemilu 2024, Kang Ace: Sejarah Golkar Selalu Tentang Kemenangan

50
×

Ajak Kader Solid Menangkan Pemilu 2024, Kang Ace: Sejarah Golkar Selalu Tentang Kemenangan

Sebarkan artikel ini

Metromedianews.co – Sejarah Golkar selalu berbicara tentang kemenangan, bahkan Golkar senantiasa  mendapatkan kemenangan dengan prosentase perolehan suara di atas 60% sehingga memposisikan Golkar sebagai kekuatan politik Single Majority di zamannya.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Tubagus Ace Hasan Syadzily, atau biasa disapa Kang Ace pada Pendidikan Politik (Dikpol) dan Peningkatan Kapasitas Calon Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat di Hotel Lembang Asri, Kab. Bandung Barat, Selasa (8/8/2023).

“Pada Pemilu 1987 dan Pemilu 1992, Golkar ba  bahkan menang di atas 70 persen,” kata Kang Ace dihadapan para peserta yang hadir.

Dijelaskan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu, sejarah telah mencatat sejak Pemilu 1971 dan setelah Pemilu 1977 yakni Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992 hingga 1997 dengan kontestan Pemilu terdiri dari PPP, GOLKAR, dan PDI, sebagaimana diatur di dalam UU No. 3 Tahun 1975 tentang Parpol dan Golkar waktu itu,  Golkar selalu berada pada posisi menang.

Kang Ace kemudian memaparkan pada Pemilu 1971  Goljar menang 62,82% atau 236 kursi, Pemilu 1977 (62,11%) atau 232 kursi,  Pemilu 1982 (64,43%) 242 kursi, Pemilu 1987 (73,16%) 299 kursi, Pemilu 1992 (68,10%) 282 kursi dan Pemilu 1997 (74,51%) atau sebanyak 325 kursi.

“Selanjutnya pada era lreformasi di bawah kepemimpinan Presiden B.J. Habibie yang mendorong terbentuknya UU Bidang Politik, di mana dalam rangka pemilu, menurut UU terkait peserta pemilu adalah partai politik. Maka pada saat itu Partai Golkar dideklarasikan pada 7 Maret 1999 sedangkan Pemilu 1999 dilakukan pada bulan April 1999,” ungkap Kang Ace.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *