Selang satu jam kejadian, Indra jalan dibonceng atau diantar naik sepeda motor oleh Nur (adik ipar Indra – red), dan singgah sebentar di rumah tetangga yang punya counter BRI-Link. Sesampainya di rumah tetangga itu, Indra membuka amplop, ternyata isinya Rp. 2.800.000. Akhirnya Indra, menyuruh tetangga itu mentransfer ke rekening Indra sebesar Rp 2.450.000.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Selang beberapa saat, Indra dibel anaknya. Dalam perbincangan, anaknya mengatakan ada polisi di rumah, lalu Indra menjawab, iya. Kemudian Indra langsung pulang, siapa tau ada yang penting. Sesampai di depan rumah, beberapa oknum kepolisian langsung memborgol Indra tanpa ada basa-basi, langsung menyeret Indra dan yang mengantar Indra (Nur – red) secara paksa, sambil mengatakan dengan suara keras, mana uang 15 juta itu.
Kemudian, pada jarak kurang lebih 15 meter dari Indra, oknum polisi mengeluarkan 2 kali tembakan di dekat telinga kanan dan kiri yang mengantar Indra (Nur – red) di depan masyarakat yang berkumpul karena kejadian itu. Padahal banyak anak kecil dan orang tua di situ.
Dalam penangkapan paksa itu, Indra dan Nur tidak ada perlawanan sedikitpun. Tetapi penangkapan seperti menangkap teroris, dengan tangan diborgol dan ditarik-tarik diseret secara paksa.
Indra dan yang mengantar (Nur – red) diangkut dengan mobil terpisah. Kemudian, oknum yang menyebut namanya di dalam mobil, “Ini Andi Keleng Ndra”, sambil teriak bicara ke temannya “Kita lewatin aja.” Akhirnya Indra langsung dipukul puluhan kali dadanya Indra, muka, telinga dan kepala, padahal Indra tidak ada pertahanan karena posisi Indra diborgol. Kemudian Andi Keleng menekan menggunakan dengkulnya dari dada sampai perut waktu di dalam mobil; dengan sesaknya nafas Indra, akhirnya pemukulan stop.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











