HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOME

Cagar Biosfer Cibodas Jadi Pusat Penelitian dan Tertua di Indonesia

649
×

Cagar Biosfer Cibodas Jadi Pusat Penelitian dan Tertua di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Cagar Biosfer Cibodas menjadi salah satu lokasi objek penelitian dan percontohan lokal maupun mancanegara.

“Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Cibodas ini merupakan area inti dari salah satu Cagar Biosfer. Untuk di sekitarnya menjadi zona penyangga, dan sekitarnya lagi menjadi area transisi. Jadi untuk zona utama atau kawasan inti itu dinamakan cagar biosfer. Kawasan pengelolaan yang diakui badan dunia PBB melalui UNESCO,” jelasnya.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Dalam kawasan konservasi Cagar Biosfer dikatakan Purwanto, memiliki kekhasan tersendiri. Salah satunya jika di TNGGP mempunyai macam tutul, jenis burung yang beragam seperti elang jawa, serta hewan dan tanaman lainnya khas pulau Jawa yang hanya ada di TNGGP.

“Harapan kami dengan adanya cagar biosfer itu adalah sebagai kawasan yang saling keterkaitan baik antara alam, budaya, serta lingkungan sekitar. Sehingga memiliki nilai jasa ekonomi sistem yang optimal. Bahkan bisa menjadi penyangga kehidupan masyarakat di lingkungan sekitar, dan menjadikan masyarakat di kawasan cagar biosfer dan TNGGP bisa tertata dengan baik,” tuturnya.

Dijelaskannya untuk melaksanakan pelestarian keanekaragaman hayati, peningkatan pembangunan sosial dan ekonomi, serta memelihara nilai-nilai yang terkait dengan budaya sekitar di Cagar Biosfer, sudah dibentuk Man And Biosfer (MAB). Dengan fokus utamanya pembangunan dan pengembangan Cagar Biosfer.

“Program MAB ini untuk mempromosikan dan mendemontrasikan keseimbangan hubungan antara manusia dan alam dengan pendekatan bioregional. Bahkan kini sudah ada komite nasional program MAB untuk mengawal terselenggaranya berbagai program yang dilaksanakan,” tukasnya.

Editor: Dedy Rahman
Penulis: Farhaan MR

HUT RI ke-81 – Reward MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *