“Pemerintah daerah harus hadir dengan kebijakan yang mendukung pengembangan budaya dan pariwisata, sehingga masyarakat Cianjur bisa lebih berdaya dan berkembang,” tegas Deden.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Pada kesempatan itu juga Deden mengapresiasi kampus-kampus di Cianjur yang telah berperan aktif dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut, sehingga Cianjur mampu menjadi daerah yang lebih maju, dengan budaya yang kuat sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi.
Sementara itu Calon Wakil Bupati Cianjur, Efa Fatimah, menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan desa dan peningkatan profesionalisme aparatur desa. Ia menekankan bahwa kebijakan pembangunan desa harus dilaksanakan dengan transparansi dan kemandirian, tanpa intervensi yang berlebihan dari pemerintah daerah.
Dalam paparannya, Efa menyampaikan bahwa desa memiliki potensi besar yang harus dimaksimalkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara mandiri. Ia menekankan pentingnya fasilitasi dan pendampingan dari pemerintah kabupaten untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa.
“Kami berkomitmen untuk mewujudkan pemerintahan desa yang profesional dan transparan, sehingga pembangunan dan pemberdayaan desa bisa dioptimalkan,” ujar Efa di hadapan peserta debat dan para pendukung.
Efa juga mengusulkan adanya peningkatan anggaran operasional untuk desa, dari yang sebelumnya 3 persen menjadi 7 persen, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan operasional desa.
“Dengan peningkatan anggaran ini, kami berharap desa dapat lebih leluasa menjalankan program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” lanjutnya.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











