Lanjut Firdaus, ”Sarip juga membawa senjata pistol lengkap dengan peluruhnya jadi saya takut kenapa-napa terhadap anak saya walau pun tidak ada pengancaman terhadap keluarga saya, setelahnya kejadian itu lalu saya melapor ke pihak Desa dan saya di bawa ke kantor polsek Naringgul melaporkan atas kejadian anak saya yang dibawa lari oleh Sarip harapan saya kepada pihak yang berwajib mudah-mudahan anak saya segera bisa diketemukan beserta pelakunya, Sarip minta diadili seberat beratnya karena sudah menghancurkan keluarga saya, seharusnya anak saya belajar di bangku sekolah sekarang jadi putus sekolah gara-gara dia dan yang lebih mirisnya lagi sudah hampir satu tahun lebih belum ada kabar beritanya entah dimana dia sekarang.” Pungkasnya.
Sementara ibu kandungnya Aminah (34) menjelaskan saat diwawancara, ”Gara-gara Si Sarip saya jadi banyak hutang kesana kemari pinjam buat ongkos mencari anak saya dan yang lebih kejamnya lagi sebelum membawa lari anak saya dia suruh suami saya meminjam uang ke rentenir sebesar Rp. 900.000 dan uang itu pun tidak dibayarkan bukannya membayar hutang malah membawa lari anak saya, saya beserta keluarga sudah mencari kesana-kemari terakhir sampai ke Garut tapi anak saya tidak diketemukan juga, kalau menghitung biaya sudah habis besar dan rumah segede kandag ayam pun habis dijual, jangankan buat mencari anak saya makan ajah saya susah Pak. Sekarang saja saya tinggal di rumah bapak angkat saya di Kp. Datarmuncang Desa Malati Naringgul.” Jelasnya.
Hal senada dibenarkan oleh pihak Desa Wangunjaya melalui PEPEH R., bahwa benar dengan adanya kejadian telah terjadinya kasus kehilangan anak dibawah umur yang dibawa oleh Sarip , ”Kami Pemerintahan Desa Wangunjaya kedatangan keluarga Siti Amelia dan melaporkan kejadian ini dan pihak keluarga korban sudah kami dampingi untuk membikin laporan ke pihak Polsek Naringgul Cianjur.” Tukasnya.
















Tega skali,itu si darip
Betul P. Rudi… Tolong sebarkan mungkin dengan disebarkan. kita bisa membantu keluarganya dan ditemukan Siti Amelia…