TEGAL – Motif kematian M. Bahrul Ulum (17), remaja pedagang kopi asal Desa Lebakgowah, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, akhirnya terungkap. Korban tewas setelah terlibat duel satu lawan satu dengan JH (17), warga Desa Pendawa, Kecamatan Lebaksiu.
Kapolres Tegal, Bayu Prasatya, dalam konferensi pers, Senin (15/6/2026), mengungkapkan bahwa perkelahian tersebut dipicu persoalan sepele yang berawal dari status WhatsApp.
Menurut Kapolres, foto kekasih pelaku dijadikan status WhatsApp oleh kekasih korban. Perselisihan yang awalnya hendak diselesaikan oleh kedua perempuan tersebut justru berkembang menjadi saling tantang antara korban dan pelaku.
“Masalah itu yang sedianya akan diselesaikan oleh kekasih masing-masing justru berlanjut saling tantang antara pelaku dengan korban,” kata Bayu.
Setelah saling menantang melalui WhatsApp, keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor milik korban menuju lapangan sepak bola di Desa Lebakgowah pada Selasa (9/6/2026) malam. Di lokasi tersebut, mereka terlibat duel menggunakan tangan kosong.
Korban sempat terjatuh saat perkelahian berlangsung. Namun ketika berusaha bangkit, pelaku mengambil batu dan menghantamkan ke kepala korban hingga tersungkur. Pelaku kemudian kembali memukul kepala korban menggunakan batu yang sama.
“Dari hasil autopsi diketahui ada benturan benda keras di bagian kepala korban,” terang Bayu.
Setelah memastikan korban tidak berdaya, pelaku melarikan diri. Ia juga menyembunyikan sepeda motor dan telepon genggam milik korban untuk menghilangkan jejak.
Unit Opsnal Satreskrim Polres Tegal bergerak cepat dan berhasil menangkap JH di rumah orang tuanya di Desa Pendawa dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian.















