Sejak tahun 2005, Ratna Hidayat di Perumahan Padasuka Bandung telah menerapkan ecotech garden pada selokan di depan rumahnya. Caranya, air got itu ia bendung dan belokkan alirannya ke dalam halaman rumahnya. Kemudian, Ratna membuat taman air pada got buatannya itu. Pada ujung kanan rumahnya, ia mengalirkan kembali air got itu ke got di depan rumahnya. Alhasil, pola belokan pada ecotech garden nya itu menjadi semacam huruf “U”. Mungkin, ini adalah satu-satunya rumah di Bandung yang pemiliknya berani memasukkan air got ke dalam halaman rumahnya.
Ratna menanam berbagai tanaman air pada ecotech nya. Mulai dari melati air, cana air, mendong, potendeira, cyperus, arrow head, dan lain-lain. Hebatnya, ketika diuji laborat beberapa minggu berikutnya, kandungan pencemaran air got Ratna menjadi turun. Sebagai contoh, COD menurun 67 %, fosfor menurun 67 %, total solid menurun 90 %, deterjen menurun 92 %, dan amonia juga menurun 97 %.
Praktis, air got Ratna menjadi bersih dan sudah tak berbau lagi. Bahkan, karena sudah demikian bersihnya, Ratna berani menggunakan air gotnya untuk mencuci mobil. Iya, mencuci mobil. Kebayang kan, air got untuk mencuci mobil. Barangkali, hanya pensiunan peneliti Puslitbang Sumber Daya Air (Pusair) Bandung itu saja yang berani melakukannya.
Di tempat mantan kantornya Ratna dulu, Pusair, ecotech garden juga sudah diaplikasikan. Bahkan, volumenya lebih besar lagi dari sekedar air got di rumah, tapi sudah dalam skala fasum. Pasalnya, Pusair memang menjadikan ecotech garden sebagai model pembelajaran di kantornya. Karena itu, kali kecil di sebelah kantor pun dibendung sebagian dan dialirkan ke dalam halaman Pusair.















