PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
Megapolitan

FPII Kecam Instansi jika Tebang Pilih dan Kriminalisasi Pers

145
×

FPII Kecam Instansi jika Tebang Pilih dan Kriminalisasi Pers

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co|Jakarta – Pers merupakan pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Walaupun keberadaan Pers di luar sistem politik formal, tetapi Pers memiliki posisi strategis dalam menyalurkan informasi massa, pendidikan kepada publik sekaligus menjadi suatu alat kontrol sosial. Sehingga, kebebasan pers menjadi salah satu tolak ukur kualitas demokrasi di sebuah negara.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Selain Pers sebagai pilar keempat demokrasi, Pers juga telah dijamin kemerdekaannya dan diakui keberadaannya oleh UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Oleh sebab itu pers diharapkan bisa menjalankan fungsi kontrol bila melihat suatu kejadian penyimpangan terhadap demokrasi dan hukum dengan dilindungi Undang-Undang Pers No.40 Tahun 1999.

Oleh karena itu Organisasi Pers, Forum Pers Independent Indonesia (FPII) kecam keras jika ada suatu instansi yang menyebarkan Surat Edaran yang arahnya membatasi Gerak Media di NKRI.

Ketua Deputi Organisasi FPII, Noven menjelaskan bahwa Peran Media di NKRI ini tidak boleh di Batasi, apalagi ada suatu indikasi pilih kasih, itu bisa dikategorikan satu bentuk Diskriminasi, karena Kemerdekaan Pers dijamin sebagai Hak Asasi Warga Negara,dan tertuang juga dalam UU Pers No.40 Tahun 1999 Pasal 4 Ayat 3 dijelaskan, “Untuk menjamin kemerdekaan Pers, Pers Nasional mempunyai Hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi”.

Lanjut Noven, apalagi ditambah sekarang ini banyaknya kriminalisasi terhadap insan pers dan Pers pun terkadang di Politisir  jika ada suatu pemberitaan terkait dugaan oknum yang telah melakukan penyimpangan terhadap demokrasi dan hukum, langsung dilaporkan dan ironisnya dipenjarakan.

Sedangkan Pers mempunyai Hak Jawab dan Klarifikasi yang tertuang dalam UU Pers No.40 Tahun 1999 pasal 1 ayat 11 dan 13 dimana tentang Hak Jawab dan Kewajiban Koreksi.

Forum Pers Independent Indonesia (FPII) tegaskan kepada seluruh Instansi Di NKRI, jangan ada Indikasi Pilih kasih atau tebang pilih terhadap Media atau Organisasi Media di NKRI, apalagi Media atau Organisasi itu sendiri sudah memiliki Badan Hukum Indonesia (SKMenkunham) sesuai dengan Pasal 9 ayat 2 dan kepada Wartawan mempunyai Hak bebas memilih Organisasi Wartawan tanpa harus di batasi yang tertuang dalam pasal 7 ayat 1 dan Stop Kriminalisasi terhadap wartawan  kepada Instansi Kepolisian dalam menyikapi permasalahan Pers jadikanlah UU Pers No.40 Tahun 1999 Sebagai dasar pertimbangan khususnya pasal 1 ayat 11 dan 13 dimana tentang “Hak Jawab” dan “Kewajiban Koreksi”.

Kami Forum Pers Independent Indonesia akan selalu berada di Garda terdepan dalam membela Kemerdekaan dan kebebasan Insan Pers di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Editor: Red
Penulis: M Nasir

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *