Dia membandingkan cara dirinya melakukan perombakan SKPD di Jakarta dengan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya Ahok (Basuki Tjahaja Purnama). Menurutnya Ahok masih lebih baik dari dirinya, karena mau marah-marah dulu sebelum melakukan perombakan SKPD.
Sementara dirinya, dia menganggap sebagai orang yang berdarah dingin. Sebab, dia tidak pernah marah-marah terlebih dulu sebelum melakukan perombakan SKPD.
“Waktu saya di Jawa Timur disebut Wali Kota yang berdarah dingin, tanpa ribut-ribut kalau sudah macam-macam langsung rombak,” ujar Djarot.
Dengan sistem transparan yang dibangun Pemprov DKI Jakarta, Djarot ingin semua pejabat DKI Jakarta tetap membangun budaya bersih dan berwibawa sehingga bisa dijadikan teladan oleh masyarakat. (jns/dr).















