HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
AplikasiDaerahKomunitasKota KupangLingkunganSosial

Hari Lingkungan Hidup 2026: Aktivis Perempuan Soroti Krisis Iklim, Geothermal Flores, dan Ancaman Ruang Hidup di NTT

396
×

Hari Lingkungan Hidup 2026: Aktivis Perempuan Soroti Krisis Iklim, Geothermal Flores, dan Ancaman Ruang Hidup di NTT

Sebarkan artikel ini
Webinar Hari Lingkungan Hidup 2026. Aktivis Perempuan Soroti Krisis Iklim, Geothermal Flores, dan Ancaman Ruang Hidup di NTT

“Di bawah narasi pembangunan dan transisi energi, ruang hidup perempuan semakin menyempit. Konflik agraria meningkat, akses terhadap sumber penghidupan berkurang, sementara kerusakan ekologis terus terjadi,” ungkap penyelenggara dalam forum tersebut.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Pengembangan Panas Bumi Flores Jadi Sorotan

Salah satu isu utama yang dibahas adalah kebijakan pengembangan energi panas bumi di Pulau Flores yang selama beberapa tahun terakhir dipromosikan sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional.

Para pembicara menilai proyek panas bumi tidak dapat dipandang semata-mata sebagai pembangunan energi bersih, melainkan juga harus dilihat dari perspektif keadilan ekologis dan keadilan gender.

Mereka mengingatkan bahwa kebijakan yang mengabaikan sejarah kebencanaan di Flores, mereduksi ruang hidup menjadi sekadar sumber energi, serta mengesampingkan suara perempuan berpotensi melahirkan bentuk ketidakadilan baru.

Perjuangan perempuan dalam mempertahankan tanah, air, dan ruang hidup disebut menjadi pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan tidak dapat dipisahkan dari upaya mempertahankan kehidupan masyarakat itu sendiri.

Perempuan Flores Timur Hadapi Krisis Berlapis

Pembicara dari Koalisi Kopi, Magdalena Eda Tukan, menyoroti situasi perempuan di Flores Timur yang menghadapi tekanan berlapis akibat krisis iklim dan berbagai persoalan lingkungan.

Menurut Eda, perempuan selama ini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan melalui pengelolaan benih lokal dan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Namun di tengah peran tersebut, perempuan juga harus menghadapi ancaman baru dari berbagai proyek transisi energi berskala industri yang berkembang di Flores.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *